Film SATRIA,
Nasionalisme Kearifan Lokal Wong Banyumasan

ThreeVenue, Jakarta,-

Kekuatan budaya dan kearifan lokal wong Banyumasan dalam melihat nilai-nilai nasionalisme dapat disimak melalui pesan yang akan disampaikan pada Film Satria yang segera memasuki proses penggarapannya. Kekuatan budaya dan kearifan lokal suatu daerah memang tengah marak pada film-film Indonesia.

Apalagi beberapa film ternyata membawa kesuksesan seperti film Laskar Pelangi, yang membawa dampak positif terhadap kemajuan ekonomi daerah Bangka Belitung lewat promo destinasi wisata. Atau film asal Makasar, Uang Panai yang penontonnya mencapai 500 ribu orang, sebuah angka yang menjanjikan buat beberapa pemda di tanah air.

Kini, Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kwarcab Banyumas yang berencana memproduksi film bermuatan budaya lokal. Hal tersebut lantaran Banyumas dan sekitarnya memiliki kekuatan budaya, disamping kuliner yang tidak dimiliki daerah lain. Belum lagi banyak wong Banyumas yang menjadi tokoh-tokoh nasional seperti Jend. Gatot Subroto, Jend. Soedirman, Prof. Soemitro Djoyohadikusumo, ungkap Syamsul Masdjo Arifin, Produser Ralia Pictures di Pallas Cafe, Senayan Jakarta (26/9).

Semangat wong Banyumas dalam menggapai impian untuk menjadi orang sukses dan menjadi orang besar di Republik ini perlu menjadi suri tauladan bagi generasi milenia sekarang ini, lanjut Jaka T Alfianda, Eksekutif Produser Gula Kelapa Pictures.

Seperti Jend. Soedirman dan Jend. Gatot Subroto sebagai contoh nyatanya di mana beliau berasal dari rakyat jelata dengan pendidikan rendah tapi bisa menjadi jendral dan tokoh nasional. Tentunya tanpa perjuangan dan tekad besar mustahil hal itu bisa dicapai. Semangat inilah yang ingin ditularkan lewat film Satria tersebut, tambahnya.

Pamerintah Kabupaten Banyumas memandang perlu adanya film yang bisa menjadi sarana promosi tentang sosial budaya dan wisata. Sehingga nantinya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara dapat terus meningkat seiring penayangan film Satria nantinya, jelas H. Ahmad Husein, Bupati Banyumas.

H. Ahmad Husein mendukung gagasan putra daerah yang berada di perantauan dan bergulat di dunia perfilman yang akan memproduksi film layar lebar berjudul Satria. Film Satria mulai syuting November 2017, film karya anak-anak muda yang ingin mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budayanya.

Kepada tim produksi Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures yang sebagian juga putera daerah Banyumas, dirinya berharap dalam membuat karya jangan tanggung-tanggung. Apalagi masyarakat Banyumas dikenal dengan karakter yang sederhana, kepahlawanannya dan spontanitasnya. Semoga ketiga hal itu menjadi cerminan untuk diangkat ke film layar lebar. Ini pastinya, jadi sesuatu yang istimewa, ungkap Ahmad Husein.

Film Satria disutradarai Jito Banyu yang berjanji all out dalam penggarapan film ini. “Sebagai putra daerah tentu saya akan menghadirkan film yang membawa misi budaya Banyumas dan edukasi buat penontonnya. Saya berharap setelah menonton film Satria, penonton akan makin memahami arti kerja keras, perjuangan dan perbuatan untuk mencapai kesuksesan. Dan yang lebih panting, generasi milenia bisa menghargai perjuangan para pahlawan nasional asli Banyumas,” urai sutradara yang sukses menggarap Film Angeline dan Psikopat itu.

Kehadiran artis-artis beken seperti Pangky Suwito, Jajang C Noer, Pong Harjatmo, Rianty Catwright, Yama Carlos, Elvira Devinamira dan Melayu Nicole, membuat film Satria memang layak ditunggu penayangannya.

(mm; foto a yen

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*