Refleksi Menuju Industri Sinema Indonesia Raya

Jakarta,-

Tumbuhnya kelas menengah yang peduli film Indonesia telah ikut mengangkat harkat dan martabat film Indonesia di bioskop-bioskop kita, yang banyak menayangkan film-film impor.

Selain itu tumbuh suburnya komunitas film yang melahirkan semangat gerilya dalam produksi film, dari Aceh sampai Papua memperlihatkan indikasi kuat, bahwa cepat atau lambat film Indonesia bukan saja menjadi “tuan rumah di negerinya sendiri”. Tetapi, juga “tamu terhormat di negeri orang”.

Tumbuhnya banyak festival film di berbagai kota di Indonesia, yang banyak digerakkan oleh para sineas muda, menumbuhkan semangat bahwa karya film mereka mulai banyak diapresiasi.

Kini, saatnya menata ulang sistem dan pola kerja bersama yang menggabungkan kerja budaya dan kerja industri. Di atas semangat profesionalisme, yang pada gilirannya berdampak signifikan bagi meningkatnya apresiasi kepada para pekerjanya.

Dan Yayasan Teguh Karya menggagas Pusat Industri Sinema Indonesia (tanpa bermaksud meniru Hollywood atau Mediacorp di Singapura), lantaran sudah menjadi kebutuhan bersama untuk mengembangkan Sinema Indonesia Raya yang memperlihatkan kedigdayaan kita sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia serta sumber daya budaya yang hebat.

Dengan kata lain, Karena gagasan ini pada gilirannya akan menjadi keharusan sejarah kita bersama. Jadi bersiaplah dan bergegas memasuki tahun 2016, sebagai tahun Menuju Industri Sinema Indonesia Raya!

(YTK/mdtj ; foto ist

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*