Welcome to Alor Raih 4 Penghargaan FFPDT

Jakarta ,

Film pendek Welcome to Alor sukses meraih 4 (empat ) penghargaan Festival Film Pendek yang pertamakali di helat oleh  Kementrian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Adapun kategori yang di menangkan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur itu antara lain untuk Film Terbaik, Penyutradaraan Terbaik,  Narasi Terbaik dan Tata Suara Terbaik.

FFPDT Awards 2015 menjadi salah satu upaya pemerintah agar daerah tertinggal tidak tertinggal lagi. Hal tersebut sejalan dengan amanat nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran, demikian dijelaskan Faidzul Izham, Direktur SDA dan Lingkungan Hidup, Kementerian Desa, PDT dan Tranmigrasi.

Sebanyak 122 daerah tertinggal mengikuti festival ini dan terseleksi 63 film, lalu mengerucut menjadi 20 film untuk diseleksi oleh para juri yang terdiri dari Dewi Ilalang, Petruska Karangan dan Putri Anne.

Oleh karenanya, Sekjen Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi berharap festival tersebut mampu mengungkap potensi, serta surga yang tersembunyi dengan k earifan lokal sekaligus keindahan pariwisatanya.

Anak-anak muda yang kreatif mampu mengenal potensi daerahnya sehingga dari daerah yang tertinggal, berubah menjadi daerah terpandang dan sejajar dengan daerah lainnya, lanjut Anwar.

Selengkapnya FFPDT 2015 menganugerahkan untuk Desain Produksi Terbaik Gorontalo Utara dengan Film Wonderful Indonesia. Selanjutnya Penokohan Terbaik untuk  Film Patroli Kole – kole dari Buru, film yang mengkisahkan kegiatan masyarakat pantai yang peduli kebersihan menggunakan perahu kecil Kole -kole.

Berikutnya untuk Narasi Cerita Terbaik Film Welcome to Alor. Sinematografi Terbaik Film Wonderfull Indonesia. Tata Suara Terbaik Film Welcome to Alor. Editing Terbaik Film Wonderfull Indonesia. Sedangkan Lokasi Film Terbaik untuk Film Wonderfull of Indonesia di Gorontalo Utara. Dan untuk Penyutradaraan serta Film Terbaik kembali diberikan untuk Film Welcome to Alor. FFPDT juga memberikan Special Awards untuk Film Favourite kepada Film Anak Ombak dari Pesisir Barat Lampung dan Film Lost Paradise on Earth dari Raja Ampat. (mdtj ; foto muller

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*