Ekspedisi Spirit of Majapahit
Lanjutkan Misi Budaya di Taiwan

Taiwan,-

Kapal Spirit of Majapahit telah sampai di persinggahan keempat di Kaohsiung, Taiwan. Dan disambut Kepala Kantor Dagang dan Ekomomi Indonesia untuk Taiwan (IETO) yang diwakili Direktur Pariwisata dan Transportasi IETO, Agung Sepande beserta jajarannya. Setelah sebelumnya meninggalkan kawasan Filipina (2/6) dan tiba di Pelabuhan Kaohsiung City,Taiwan (6/6, jam 10.00).

Turut hadir Sekjen Walikota Kaohsiung City Ying-Pin Lin, Kepala Bagian Pelabuhan Kaohsiung, Ditjen Imigrasi Taiwan Yang, Kuen-Jung, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI yang diwakili oleh Dr.TB.Haeru Rahayu, masyarakat kota Kaohsiung, dan masyarakat Indonesia yang tinggal di Kaohsiung.

“Pelayaran ini telah menunjukkan kepada dunia atas kebesaran Nusantara di masa lalu.  Sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Taiwan, khususnya pemerintah daerah Kaohsiung atas bantuan dan kerja sama yang baik,” jelas Agung Supande.

Selama di Kaohsiung, Taiwan, kapal Spirit of Majapahit terbuka untuk umum. Sebelum melanjutkan perjalanan ke rute terakhir di Jepang (8/6). Kapal Spirit of Majapahit yang telah dilepas keberangkatannya oleh Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli (1/5) di kantor Kemenko Maritim, telah melalui perjalanan panjang Jakarta-Pontianak-Brunei Darussalam-Filipina-Taiwan dan berakhir di Jepang. Ini merupakan napak tilas sejarah kejayaan pelaut Indonesia pada abad ke-13 yang berhasil berlayar sampai Jepang.

Abad ke-13 masa kejayaan Kerajaan Majapahit dan sekaligus kejayaan pelaut Indonesia hingga sampai Jepang. Dasar inilah, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya meluncurkan Ekspedisi Spirit of Majapahit bertajuk “Napak Tilas Pelayaran Majapahit”. Dimulai dari Pantai Marina Ancol, Jakarta, menuju Pontianak, Kalimantan Barat (14-17/5).

Kapal yang dinahkodai Muhammad Amin Azis, dengan kru kapal Sugiyono, Syahrir, Andi Irham, Wahab, Andi Rahman, Muhammad Affan Afif Ismunandar, Najib Hasanul Arifin, dan Sumitro. Dari Pontianak, rute selanjutnya menuju Brunei Darussalam (tiba 22/5), persinggahan ke dua ekspedisi ini.  Selanjutnya kapal menuju Manila-Filipina (persinggahan ketiga), lalu lanjut ke Taiwan (persinggahan keempat),  dan menuju  persinggahan terakhir di Jepang, melalui Okinawa, untuk bersandar di pelabuhan di Tokyo, yang diperkirakan akhir Juni 2016 mendatang.

Ekspedisi ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk kembali mencintai laut, sehingga akan mempercepat semangat nawacita mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

(ist/mdtj : foto ist

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*