Presiden Jokowi pun Ikut ber-'Tradisi Meugang'

Jakarta,-

Dalam rangka ‘Hari Tradisi Meugang Idul Fitri 1 Syawal 1436 H’, relawan Pro Jokowi Indonesia bakal melaksanakan ‘Meugang’ di Nangroe Aceh Darussalam, diharapkan Presiden Jokowi dapat hadir merasakan atmosfir uniknya ‘tradisi Meugang’ ini.

“Meugang” begitulah namanya, merupakan tradisi menyambut Ramadhan dengan memakan daging sapi khususnya. Namun tradisi ini bukan saja pada saat menyambut Ramadhan, namun juga ketika menjelang lebaran atau iedul fitri. Bagi masyarakat Aceh, menyambut Ramadhan atau lebaran tanpa Meugang akan terasa hambar, walaupun bukan sebuah kewajiban.

Hari Meugang sudah menjadi tradisi tahunan pada masyarakat Aceh. Meugang sangatlah dinanti. Meugang juga menjadi maknet kerinduan kearifan lokal tersendiri bagi masyarakat Aceh, khususnya bagi yang di rantau. Karena pada moment ini keluarga berkumpul bersama.

Menurut riwayat Meugang pertama sekali diperingati pada masa Kerajaan Aceh Darussalam dipimpin Sultan Iskandar Muda yang berkuasa tahun 1607-1636 M. Istilah Makmeugang diatur dalam Qanun Meukuta Alam Al Asyi atau Undang-Undang Kerajaan.

Kerjaaan memerintah perangkat desa mendata warga miskin, kemudian diverifikasi oleh lembaga resmi (Qadhi) kesultanan untuk memilih yang layak menerima daging. Sultan kemudian memotong banyak ternak, dagingnya dibagikan kepada mereka secara gratis.

Meugang Ini sebagai wujud rasa syukur atas kemakmuran kerajaan, raja mengajak rakyatnya ikut bergembira. Ketika Belanda menginvasi Aceh sejak 1873, kerajaan kalah dan bangkrut. Rakyat Aceh tetap memperingati tradisi dengan membeli sendiri daging. Tradisi ini bertahan hingga kini. (ist/

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*