Wisata Terpendam Bumi Sepicuk Nibung Serumpun Nipah

Tanjung Jabung Timur, satu dari daerah pemekaran di Provinsi Jambi. Kini giat, dalam pembangunan segala sektor termasuk Dunia Pariwisata. Sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan objek wisata, wajir daerah yang kini dipimpin H. Zumi Zola Zulkifli ini, masuk dalam daerah yang diperhitungkan di dunia pariwisata.

Sebagai orang yang pernah menggeluti dunia akting, rasanya bukan pekerjaan sulit bagi Zumi untuk memperkenalkan daerahnya. Hal itu terbukti ketika kita mau menilik lebih dalam beberapa obyek wisata yang sebelumnya mengalami penurunan pengunjung, kini kembali ramai didatangi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Guna menunjang kegiatan pariwisata, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tersedia fasilitas hotel sebanyak 5 buah.  Dan sejak 2012 tercatat Tanjung Jabung Timur memiliki 10 objek dan daya tarik wisata yang terdiri atas 6 objek wisata alam dan 4 objek wisata budaya/sejarah.

Daerah bersemboyankan, “Bumi Sepicuk Nibung, Serumpun Nipah,” sungguh  kaya akan objek Wisata Bahari. Terdapat Kawasan Koridor Pantai Kuala Jambi yang di kenal oleh para pelaut dengan nama Ambang Luar yang merupakan salah satu pintu gerbang masuk ke Propinsi Jambi melalui laut, Kawasan Wisata Laut Air Hitam, Kawasan Pantai Alang-alang dan Sungai Ular, dan Kawasan Gugusan Karang Atol Pulau Berhala.

Sebagai pintu gerbang ekonomi Propinsi Jambi, Kawasan Koridor Pantai Kuala Jambi ini merupakan lokasi memancing dan memiliki daya tarik khusus yaitu adanya 3 spesies yang dilindungi yaitu lumba-lumba hitam, pesut, duyung dan gajah air.

Lebih membanggakan, daerah ini memiliki areal Tanaman Nasional Berbak. Kawasan yang sudah menjadi Hutan Lindung sejak zaman Hindia-Belanda berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda No. 18 tertanggal 29 Oktober 1935. (Suaka Marga Satwa Berbak) Keppres No.48 Tahun 1991 (Ramsar Site), SK Menhut No, 285/Kpts-II/1992 (Kawasan Taman Nasional Berbak) dan SK Menhut No, 185/Kpts-II/1997 (UPT.TN Berbak).

Taman Nasional Berbak merupakan kawasan konservasi lahan basah terluas di Asia Tenggara. Taman Nasional ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 285/Kpts-II/1992, tanggal 26 Februari 1992 dengan luas 162.700 Ha.

Taman Nasional Berbak, memiliki ekosistem yang masih asli, serta keunikan ekosistem lahan basahnya yang merupakan satu kesatuan ekosistem hutan rawa gambut dengan luas dua pertiga bagian dan hutan rawa air tawar yang sepertiga bagian, serta adanya kawasan pantai yang merupakan kawasan persinggahan burung-burung migran ditiap tahunnya.

Sebagai kawasan konservasi lahan basah yang masih asli dan unik serta kepentingannya bagi dunia Internasional, maka melalui Keppres No. 48 tahun 1991 kawasan ini dimasukkan kedalam kawasan konvensi Ramsar yaitu perlindungan lahan basah secara Internasional.

Taman Nasional Berbak secara geografis terletak diantara 104°06″ – 104°30″ BTdan 10 5″ – 1 35′ LS. Sedangkan secara administratif berada di dua wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Tanjung Jabung dan Kabupaten Batanghari.

Taman Nasional Berbak yang terletak di pesisir pantai timur Jambi tepatnya di Kecamatan Nipah Panjang, Rantau Rasau & Sadu, 60 km dari Kota Jambidengan menelusuri Sungai Batanghari ke arah muara selama ± 3 jam.

Bila dilihat dari kondisi topografi yang relatif datar dengan ketinggian hanya mencapai 12,5 meter diatas permukaan laut dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Taman Nasional Berbak sebagai kawasan dengan ekosistem lahan basah rawa-rawa mempunyai ciri-ciri khusus yang ditandai dengan jenis-jenis vegetasi yang tahan dengan genangan air. Perakaran dengan banir (akar papan) yang tinggi dan kokoh serta akar-akar nafas menjadi pemandangan tersendiri.

Di kanan kiri sepanjang sungai akan banyak kita jumpai jenis vegetasi Rasau, Bakung dan Rumput-rumputan. Selain itu daerah yang dipengaruhi oleh air asin awalnya selau dimulai dengan pohon Nipah (Nypha).

Tidak itu saja, TNB, memiliki  10 jenis pandan dari keluarga Pandanaceae. Bahkan Lebih dari 27 jenis palem dari keluarga Aracaceae berada di kawasan ini, menjadikannya sebagai kawasan dengan jenis palem yang dikenal terbanyak di indonesia.

Bahkan memiliki tumbuhan, Jenis palem yang termasuk kedalam tanaman hias langka adalah jenis palem berdaun payung (Johannesteijsmannia altifron) serta tumbuhan endemik Berbak yaitu Lepidonia kingii lorantaceae yang berbunga besar berwarna merah/ungu.

Jenis pepohonan besar diantaranya Ramin (Gonystilus bancanus), Jelutung (Dyeracostulate), Durian(Durio carinatus), Pulai serta dari keluarga Dipterocarpaceae. Jenis-jenis anggrek hutan masih banyak yang belum terungkapkan diantaranya adalah anggrek harimau yang berbunga sepuluh tahun sekali.

Beberapa jenis primata seperti Beruk (Macaca nemestrina), Kera ekor Panjang (Macaca Fasticularis), Surih (Presbitis cristata) dan Siamang (Symphalangus syndactylus), Kehidupan liar di air diantaranya dari jenis reptilia yaitu Buaya Muara (Crocodilus porosus).

Sepesis lainnya, Buaya Air Tawar/Sinyulong (Tomistoma schegelii), Kura-kura Gading (Orlita borneisnsis), Labi-labi serta Tutong (Batagur baska). Dari jenis ikan terdapat Arwana dan Belida.

Dan, beberapa jenis mamalia yang terdapat di kawasan ini diantaranya Tapir (Tapirus indicus), Harimau Sumatera (Panther tigris sumatrensis), Beruang Madu (Helartos malayanus).

Kabupaten Tanjab Timur, kaya akan Cagar Alam Hutan, Hutan Bakau Jambi. Air Hitam Laut, salah daerah yang kaya  itu, merupakan salah satu desa di Kecamatan Sadu, Nipah Panjang & Muaro Sabak, 1 km dari Muaro Sabak, Kawasan dengan luas ± 6.500 ha ini memiliki keanekaragaman flora & fauna serta keindahan panorama.

Data yang ada menunjukkan juga sebagai kawasan obyek penelitian ekosistem hutan mangrove, habitat burung-burung air dan  burung migran, serta pengamatan satwa lainnya, terutama di Desa Remao Bakotuo dan Desa Cemara.

[WRG id=289]

Didaerah lain, Kecamatan Sadu yang juga sebagaoi penopang pintu masuk ke Kawasan hutan lindung ekosistem hutan mangrove yang merupakan Taman Nasional Rawa Gambut tebesar di dunia. Selain di kawasan ini terdapat objek wisata di Desa Malaka yang merupakan habitat alami beberapa jenis buaya dan binatang buas lainnya.

Sedangkan dari objek wisata sejarah, daerah ini memiliki, sejarah emas dengan Orang Kayo Pingai, kakak dari Orang Kayo Hitam, pengganti ayahnya Datuk Paduko Berhalo yang wafat akhir abad ke-15, memimpin kerajaan, waktu zamannya.

Orang Kayo Hitam menggantikan kakaknya kemudian, memimpin Kerajaan Melayu Jambi. Orang Kayo Hitam terkenal akan kesaktiannya. Makam leluhur Kerajaan Melayu Jambi berukuran panjang 4,8 m, lokasinya yang berada di Desa Simpang, Kecamatan Nipah Panjang, 50 km dari Kota Jambi.

Sebagai objek alam lainnya, Tanjung Jabung Timur mewiliki juga, Sumber Air Panas, Salah satu objek wisata alam berupa air panas bumi yang mengandung belerang ditemukan di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Sumber air panas ini ditemukan warga eks transmigrasi pada tahun 80-an, ada empat titik sumber air panas yang di temukan dan air yang keluar suhunya di atas 37 °C bahkan ada yang mencapai titik didih.

Bahkan memiliki potensi keindahan daerah air panas ini masih belum digarap dengan baik, sehingga masih perlu sentuhan dan sarana pendukung lain, berupa jalan dan jembatan.

Diareal ini, air panas panoramanya masih asri dinaungi oleh rimbunan pohon menciptakan khasanah tersendiri bila berkunjung ke sana.

Sarana menuju lokasi air panas dapat ditempuh melalui jalan PT Petrochina menuju Blok B dan melewati pemukiman penduduk eks transmigran yang masih berupa jalan tanah. Sekitar enam kilometer setelah memasuki gerbang Blok B Kita akan sampai ke lokasi.

Di Blok B ini, selain masih merupakan jalan tanah, jalur yang ditempuh juga akan melewati perkebunan sawit, turunnya hujan merupakan salah satu kekhawatiran, terlebih bila kendaraan kita terjebak di dalam lumpur. Belum ada sarana yang dapat mempermudah akses ke sana.

Walau dengan kondisi jalan seadanya, dan suasana sumber air panas yang belum tersentuh pembangunan dan di kelola secara baik, tetapi ada saja masyarakat yang tetap berkunjung ke sana, baik itu sekedar melihat, mengambil air, bahkan mandi.

Terlebih dengan adanya kepercayaan dan keyakinan di tengah masyarakat bahwa air panas bermineral dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Air panas lebih dapat mengencerkan padatan mineral, sehingga air dari mata air panas mengandung kadar mineral tinggi, seperti kalsium, litium, atau radium.

Selain mandi, pengunjung juga dapat merebus telor atau memasak mie instan dengan hanya cukup merendamkannya kedalam air panas, memang bila Kita berkunjung kesini, Kita harus membawa bekal dari rumah, sebab lokasi ini jauh dari pemukiman penduduk apalagi warung makan.

Saat ini, sumber air panas masih dikelola oleh masyarakat sekitar, sedangkan Pemerintah Kabupaten masih kesulitan untuk merehabilitasi dan membangun sarana fisik wisata air panas tersebut, apalagi di daerah yang jauh dari pusat kota.

Banyak yang menjadi pertimbangan Pemkab Tanjung Jabung Timur terlebih banyaknya potensi wisata yang pemanfaatannya belum optimal karena terkendala sarana dan dana, namun demikian Pemkab akan segera melokalisir sumber air panas ini agar tidak tercemar dan menjauhinya dari tangan-tangan jahil.

Terlebih antusiasme masyarakat sekitar agar sumber air panas tersebut dapat dikembangankan, tentunya akan menjadi indikator yang positif bagi pengembangan aset wisata untuk menjadi lebih baik lagi.

Tidak itu saja, daerah ini memiliki, potensi pulau tanpa nama. Dimana, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara baik dapat menjadi nilai tambah bagi pemasukan dari sisi pemanfaatan pantai dan transportasi laut, selain belum banyak tersentuh pembangunan, akses untuk memberdayakan masyarakat pantai yang sebagian besar hidup di bawah garis kemiskinan juga belum dilakukan.

Pengembangan ke pesisir mau tidak mau mesti dilakukan karena Jambi tidak mau sengketa Pulau Berhala terulang kembali. Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di pantai timur  Provinsi Jambi itu memiliki potensi cukup besar yang harus diselamatkan dari berbagai gangguan dan ancaman kerusakan lingkungan.

Potensi besar yang dimilikinya secara eklogis dan ekonomis cukup menjanjikan jika pengelolaan dengan baik segera dilakukan, seperti turumbu karang, hutan bakau (manggrove), plasma nuftah dan tempat berkembangbiaknya berbagai jenis ikan dan species lainnya.

Sedangkan dari sudut potensi ekonomi misalnya pertambangan, industri pelabuhan, transportasi, dan pariwisata. Laju pembangunan ekonomi dan pertumbuhan penduduk di wilayah pesisir pantai dan pulau-pulau kecil itu apabila tidak diperhatikan akan menimbulkan kerusakan seperti abrasi pantai akibat kerusakan hutan bakau, dan pencemaran laut.

Guna, mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya pesisir dan meminimalisir masalah perlu adanya peraturan yang mengikat seperti peraturan daerah (Perda). Sebab dalam UU No32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, tanggungjawab pengelolaan wilayah pesisir dilimpahkan ke daerah baik itu provinsi maupun kabupaten dan kota atau sesuai kewenangan masing-masing.

Berkenaan kewenangan wilayah pesisir dan laut dalam pasal 18 ayat (4) UU 32/2004 menetapkan kewenangan provinsi atas ruang laut sampai 12 mil dari garis pantai ke arah laut lepas dan perairan kepulauan.

Kedepan, perlu digali potensi sumber daya di wilayah pesisir dan laut di Kabupaten Tanjabtim, termasuk 19 pulau kecil yang ada di Tanjabtim yang meliputi tiga gugus yaitu gugus Pulau Nipah, Pulau Berhala, dan Pulau Tujuh.

Sebab, Provinsi Jambi memiliki luas daratan dan lautan 53.435 Km2, meliputi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur seluas 12.993 Km2 dan garis pantai sepanjang 211,9 Km.

Pulau-pulau kecil di wilayah pantai timur Provinsi Jambi berhadapan langsung dengan Selat Berhala dan Laut China Selatan itu terdapat 19 pulau-pulau kecil. Dimana  empat diantaranya belum bernama.

Pulau-pulau kecil itu memiliki posisi strategis jika dilihat dari aspek teritorial berhadapan langsung ke Singapura dan Malaysia, sedangkan dari aspek ekonomi dan konservasi akan menjadi nilai tambah bagi daerah jika dikelola dan dimanfaatkan untuk wisata bahari dan wisata alam.

Wilayah pesisir pantai dan pulau-pulau kecil yang merupakan jalur transportasi laut akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama ekspor dan impor barang, sejalan dengan kehadiran Pelabuhan Muarasabak yang akan dijadikan sebagai pelabuhan ekspor dan impor, sehingga akan menjadi pintu gerbang ekspor dan kawasan pertumbuhan ekonomi masa depan Jambi.

Objek wisata yang baru ini diresmikan oleh Zumi Zola adalah Taman Selaras Pinang Masak yang merupakan satu-satunya wisata koridor jembatan di Propinsi Jambi. Taman ini memiliki sarana olah raga seperti lapangan basket dan futsal serta memiliki lahan parker yang cukup luas.

Nantinya di taman ini akan dikembangkan dengan peningkatan pelayanan para wisatawan dengan dibukanya outlet-outlet jajanan khas Tanjabtim, bermacam kuliner, sekaligus akan dibangun dermaga kapal atau speed boat yang siap mengantarkan wisatawan yang berniat mengunjungi Kampung nelayan tradisional di Kuala jambi, ataupun melihat panorama Taman Nasional Berbak, bahkan ke Pulau Berhala. (ist/cktnri

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*