Michiel Eduard 'Buktikanlah' Feat Hengky Supit

Amsterdam,-

Michiel Eduard melalui single terbarunya ‘Buktikanlah’, membuktikan mampu menghadirkan legenda gitaris rock Indonesia, Hengky Supit untuk berkolaborasi dengannya. Seperti diketahui Hengky Supit telah lama tak mewarnai kancah musik rock Indonesia. Di single Michiel inilah cabikan gitar yang khas dari Hengky Supit dapat dinikmati.

Michiel yang dikenal sebagai DJ, merintis jalan kesuksesan di dunia musik, tak saja dengan bermusik tapi sekaligus menciptakan lagu atau berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi Indonesia. Seperti tahun 2010 singlenya berkolaborasi dengan gitaris Slank, Abdee Negara lewat ‘Laki-laki Paling Gila’ dan sempat hits di tahun tersebut.

Tiga tahun kemudian kembali menciptakan lagu bersama Toni Polin bertajuk ‘Jalan Setapak’ , sayangnya Toni lebih dahulu menutup usia. Guna mengenang sahabatnya itu, Michiel memperbaharui lagu kreasi mereka berdua, sekaligus membuatkan video klip-nya dengan berlatarkan Kota Medan.

Di tahun 2014, Michiel kembali mengeluarkan single – nya ‘Ku Ingin Kau’ sekaligus membuat video klip yang digarap Ivho Sihombing, ipar dari Kaka Slank. Dan di tahun ini merilis lagu barunya ‘Buktikanlah’ dengan menggandeng Hengky Supit , sang legenda gitaris rock Indonesia yang bermukim di Belanda. Single ini pun diproduseri Wawan Sosiawan, sementara take vokal di Studio Richard Surie, Den Haag, sedang gitar di rekam di studio Hengky Supit di Amsterdam.

Terlahir dari keluarga pemusik, ayahnya drummer The Tarantula, grup rock di Belanda asal Indonesia berdarah Jawa, sementara ibunya seorang guru piano di Leiden. Maka tak heran bila di usia 7 tahun, Michiel kecil sudah bermain biola, drums dan piano. Ketiga alat itu merupakan keahliannya dalam bermusik. Namun saat dewasa, Michiel justru mendalami Disc Jockey yang membawanya ke California dan menjadi DJ di beberapa club internasional, sehingga dirinya dikenal dengan DJ beraliran Hip-hop dan R&B.

Meski namanya sudah dikenal sebagai DJ, tapi Michiel tetap ingin berjaya di jalur musik sejati bukan hasil kreasi teknologi. Dan restauran Toraja House di Amsterdam, yang dibangun bersama Fina sahabatnya, menjadi tempat mengasah vokal maupun bermusiknya sekaligus menjadi tempat rendesvouz, kuliner dan seniman musik Indonesia. (mdtj; foto: dok pribadi

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*