10 Tahun Kerjasama DIY – Gyeongsangbukdo

Pentas Seni dan Anugerah Honoris Causa

Yogyakarta,-

Pementasan kesenian antar dua daerah yakni Gyeongsangbukdo dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Kim Kwang Young, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menandai 10 tahun terbentuknya kerjasama yang terjalin diantara kedua provinsi tersebut.

Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX, berharap hubungan antar pemerintah ini dapat lebih erat lagi di masa depan seperti halnya Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga membuka kerjasama dengan negara atau pemerintah daerah lainnya, baik melalui sister city maupun sister goverment.

24 Februari 2015 lalu, lanjut Sri Paku Alam, menandai tepat 10 tahun kerjasama DIY sebagai sister city dengan pemerintah daerah Gyeongsangbuk-do,  dan masa 10 tahun merupakan  masa yang cukup untuk saling memahami karakteristik  masing-masing daerah. Diharapkan pengembangan  kerjasama ke depan tidak saja di bidang sosial budaya, ekonomi dan pariwisata. Namun ke bidang-bidang lainnya, termasuk  bekerjasama di bidang pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, joint research, dan sebagainya.

Pemerintah daerah Yogyakarta pasti akan mendukung penuh ke arah hal tersebut. Apalagi  pada akhir semester tahun ini pemerintah daerah Gyeongsangbuk-do segera membangun sebuah kompleks sebagai momentum kerjasama keduanya selama ini. Sehingga kerjasama keduanya lebih ditingkatkan baik secara kualitas juga secara kuantitas, termasuk  masyarakat maupun pengusahanya untuk saling belajar dan saling bertukar pengalaman.

Sedangkan, Gubernur Gyeongsangbuk- do, Kim Kwang Young yang didampingi isteri dan segenap jajarannya, berharap bahwa MoU kemitraan yang sudah terjalin dapat berjalan baik serta  berkembang pesat.  Ini menjadi hal penting, sekaligus  titik tolak kerjasama selanjutnya diantara  negara dan antar pemerintah daerah. Dan semoga harapan atas kemitraan yang lebih baik lagi dapat diwujudkan.

Bagi Kim Kwang Young, tidak ada bunga berkembang tanpa air dan matahari yang cukup. Karena kondisi yang berkembang pesat di Korea sejak Presiden Park Chung Hee hingga Presiden Korea sekarang, Park Geun Hye, sesungguhnya tak terlepas dari keinginan bersama antara pemerintah dengan masyarakatnya untuk bersatu.

“Kerja keras, keringat dan airmata menjadikan Korea seperti sekarang ini dan semoga kerjasama dengan UGM menghasilkan sesuatu yang baik untuk hubungan kedua negara, kedua propinsi dan juga masyarakatnya,” jelas Kim kwang Young yang meraih Doktor Honoris Causa di Universitas Gadjah Mada.

Seperti diketahui pemerintahan baru Presiden Park Geun-hye adalah sebuah era baru harapan dan kebahagiaan  melalui  “ekonomi pekerjaan berpusat kreatif”,  “lapangan kerja dan kesejahteraan”, “pendidikan kreativitas dan pengayaan budaya”,  “masyarakat yang aman dan bersatu” dan “langkah-langkah keamanan yang kuat untuk perdamaian yang berkelanjutan di Semenanjung Korea”. (mdtj; foto henri

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*