Art is Bussiness, Art is Investment
But Art its Charity too

Jakarta,-

Bank Mandiri menjadi bank yang menjadikan benda-benda seni sebagai sebuah bisnis dan juga investasi bagi dunia perbankan Indonesia. Meski memang harus diakui benda seni sebagai sebuah nilai investasi telah lama dilakukan oleh sejumlah perbankan di dunia.

“Art is Bussiness, Art is Investment, and but Art its charity too. Kami telah memulainya dan oleh karenanya kami pun kini telah memiliki unit khusus Seni di Bank Mandiri”, ucap Rohan Hafas sebagai Corporate Secretary Bank Mandiri, sesaat sebelum membuka Mandiri Art Charity for Children Education bersama Menteri Pendidikan, Anies Baswedan, yang mengusung konsep seni, edukasi dan charity di Bimasena Room, Dharmawangsa, Jakarta.

Bahkan atas komitmen Bank Mandiri menapaki dunia seni dalam bisnis perbankannya, lanjut Rohan, dalam waktu dekat akan ada event seni nasional di Galeri Nasional Jakarta yang menampilkan koleksi lukisan dan foto milik negara yang telah 71 Tahun tersimpan dan belum pernah dipamerkan. Dimana tiga lukisan maestro seni lukis Indonesia diantaranya akan diabadikan pada kartu eksklusif e-money Bank Mandiri.

Tidak itu saja, Bank Mandiri dalam waktu dekat segera merenovasi Museum Bank Mandiri, yang selama ini berfungsi sebagai museum perbankan semata, dimana akan nantinya menjadi ‘Gedung Bersejarah’ yang didedikasikan bagi dunia seni serta kegiatan seni Indonesia lainnya.

Sementara seni sebagai sebuah kegiatan charity dalam tajuk Mandiri Art Charity for Children Education ini, dan bekerjasama dengan Perkumpulan Bimasena dan Hoshizora Foundation, menjadi kegiatan berkesenian Bank Mandiri yang melibatkan 85 seniman lukis kontemporer Indonesia untuk membantu pendidikan dari para peserta didik yang tersebar di seluruh Indonesia dan dikelola oleh Hoshizora Foundation.

Sedangkan bagi Perkumpulan Bimasena, kegiatan charity yang menggandeng para seniman lukis dan dunia perbankan nasional ini, tentu akan memberi inspirasi positif bahwa siapa pun bisa berkiprah untuk generasi masa depan Indonesia yang lebih baik, tambah Fitria S.Passau, selaku Program Director Bimasena.

Dan Bimasena sendiri dalam program-programnya turut mengedepankan dan mendukung pengembangan kebudayaan Indonesia baik lewat akulturasi seni ‘Wayang Padet’ sehingga bisa dinikmati juga oleh para ekspatriat. Selain tentunya memperkenalkan kuliner Nusantara melalui art food dan inovasi dari resep kuliner nusantara tersebut, lanjut Fitria lagi seraya menyudahi pembicaraan.

(mdtj; foto ist

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*