Asa “Guru Asiki”, Membangun Sekolah Memadai

Asiki,-

Empat bulan sudah Yohanes Subarjodosom, menduduki tugas mulianya sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri Asiki, dengan berstatus ‘nota dinas’.

SMAN Asiki Three 2Tentunya dia tidak sendirian karena juga dibantu oleh satu orang guru yang berstatus sama dengan dirinya, tiga guru tidak tetap, dan tujuh guru kontrak daerah. Mereka pun mengajar untuk 217 siswa yang terbagi dalam Kelas I, II, dan III di tujuh ruangan kelas yang ada.

Lokasi SMAN Asiki yang menjadi Sekolah Menengah Atas pertama yang ada di Asiki, seluas 30.000 meter persegi, bersembunyi diantara perbukitan. Dan melalui bantuan Korindo, perbukitan yang menghalangi sekolah itu pun disingkirkan untuk mempermudah akses jalan ke sekolah. Selain Korindo juga membuatkan jembatan agar memudahkan anak-anak mengikuti proses belajar mengajar.

Selain membuka akses jalan dengan menggusur perbukitan serta membuat jembatan, Korindo juga membuatkan sumur air bor serta sekaligus toilet bagi siswa-siswi, yang kini tengah dalam penyelesaian.

Yohanes patut berbangga karena masih ada pihak lain, yakni dalam hal ini Korindo yang peduli dengan melengkapi fasilitas sekolah tersebut. Seperti diketahui dua tahun sebelum didirikan sekolah yang ada sekarang, SMAN Asiki, masih berstatus menumpang di SMPN Asiki, yang ada di Boven Digul. Tapi kini SMAN Asiki, telah memiliki gedung sendiri dan dengan mudah dapat di akses untuk bersekolah.

SMAN Asiki Three 3Kedepan bagi Yohanes, terpenting menyiapkan siswa-siswi nya untuk UAN tahun 2017 nanti, dan tak kalah pentingnya tentu menyediakan sarana serta prasarana sekolah yang memadai, khususnya untuk sarana fisik sekolah yakni berupa pagar sekolah yang memadai. Disamping memperjuangkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Pintar bagi siswa-siswinya yang membutuhkannya.

Yohanes Subarjodosom S.Pd berharap SMAN Asiki sebagai sekolah menengah atas yang pertama di Asiki dan juga sekolah yang mendidik putera-puteri Indonesia di daerah perbatasan memperoleh bantuan pembangunan fisik sekolah yang memadai. Sehingga proses belajar mengajar siswa dapat berjalan dengan baik, dan guru-guru yang mengajarnya pun mendapat perhatian yang sama baiknya.

(ry/tjo; foto gha

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*