Bank Shinhan Indonesia Diluncurkan

 

Jakarta,-

Bank Shinhan Indonesia diluncurkan di pasar keuangan Indonesia untuk semakin mengembangkan potensi usaha dan investasi di negara yang berpenduduk empat terbesar di dunia ini. Adalah bank komersial terbesar asal Korea Selatan, Shinhan Bank, diperkirakan akhir tahun ini mampu memenuhi tengat waktu yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan untuk menyelesaikan sejumlah prasyarat penggabungannya.

Demikian dikemukakan jajaran Direksi Bank Shinhan Indonesia, yang diwakili Tony Saputra, Ridwan A.Gunawan dan Harry Kusuma, dihadapan sejumlah wartawan di Hotel Kempinski, Jakarta.

Bank Shinhan Indonesia nantinya berasal dari penggabungan dua bank lokal Centratama Nasional Bank (CNB) dan Bank Metro Express (BME), serta Bank Shinhan di Korea. Diakui, penggabungan Shinhan baru merampungkan 75% saham CNB yang memiliki 41 jaringan di seluruh Indonesia. Sedangkan 98% saham BME, telah diakuisisi Shinhan yang memiliki 19 jaringan. Jadi hingga akhir tahun ini diperkirakan penggabungan dengan kedua bank lokal tersebut tuntas dilakukan, jelas Tony Saputra.

Dengan demikian, dalam menyusun jangka panjang Bank Shinhan Indonesia akan terus melakukan strategi secara bertahap dalam memperluas bisnisnya hingga 2020 mendatang, papar CEO Bank Shinhan, Cho Yong Byong.

Sementara jangka pendeknya, lanjut CEO Bank Shinhan, Cho Yong Byong, tahun ini akan memperluas pangsa pasar dengan layanan keuangan yang mudah dan cepat bagi nasabah lokal dan tentunya perusahaan-perusahaan yang telah masuk di Indonesia. Sedangkan strategi di tahun-tahun berikutnya, membangun fondasi dengan tetap berfokus pada pembangunan infrastruktur internal. Tentunya tetap mempertahankan kompetisi dalam membidik pasar ritel dan bisnis lokal sebagai nasabah utama di masa depan.

Apalagi Bank Shinhan di Korea sebagai induk, telah menunjukkan komitmen serta dukungannya yang kuat terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan baru. Jadi Bank Shinhan Indonesia tetap akan melihat perkembangan ekonomi dalam negeri ke depan, paling tidak porsinya mixed SME dan Korporasi, pungkas Tony Saputra.

(mdtj; foto muller

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*