Kampanye Negatif LSM Asing, Mighty Earth
Rugikan Masyarakat Kab. Merauke dan Boven Digoel

ThreeVenue, Jakarta,-

Masyarakat di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, Papua, terancam dirugikan dengan adanya kampanye negatif yang dilancarkan LSM Asing, Mighty Earth. Oleh karenanya masyarakat adat, pemilik hak ulayat, dan Ketua Marga di Merauke dan Boven Digoel mengajak LSM Asing dan Indonesia ikut membangun Merauke dan Boven Digoel menuju arah yang lebih baik. Bukannya malah menyengsarakan masyarakat di sana.

Dijelaskan Sebastianus Ndiken selaku Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Merauke, kampanye tersebut jelas sangat merugikan, karena menyerang perusahaan kelapa sawit yang telah bermitra dengan masyarakat, sehingga perusahaan tersebut telah menghentikan pembukaan lahan untuk pembangunan kebun kelapa sawit.

Bupati Merauke, Fredikus Gebze, mendampingi perwakilan masyarakat adat, pemilik Hak Ulayat Tanah dan marga-marga di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel mendatangi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, untuk bertemu dengan Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, untuk mengadukan adanya kampanye-kampanye negatif atas program-program pembangunan di kedua kabupaten perbatasan itu oleh sejumlah LSM Asing, di antaranya oleh Mighty Earth.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan masyarakat adat, pemilik Hak Ulayat Tanah dan marga-marga di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel, yang diwakili Richard Nosai, Sebastianus Ndiken dan Petrus Kinggo, mengeluarkan pernyataan sikapnya sehubungan dengan tertundanya Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit yang menjadi program Koperasi untuk mensejahterakan masyarakat di sana.

Padahal program plasma masyarakat melalui Koperasi sudah menjadi kesepakatan antara masyarakat dan perusahaan di mana 20% dari luas lahan yang diinvestasikan ke perusahaan dapat dikelola oleh masyarakat sekitar perkebunan tersebut, tambahnya.

Dan akibat kampanye negatif LSM Asing dari Amerika Serikat itu, yang memprovokasi masyarakat lewat jalur keagamaan, membuat pembangunan kebun plasma untuk masyarakat lokal belum terlaksana sampai saat ini. Ini sangat merugikan masyarakat pemilik lahan itu sendiri. Kebun plasma untuk masyarakat itu harus segera dibangun agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemilik hak ulayat. Karena masyarakat Papua juga ingin maju dan sejahtera serta sejajar dengan saudara-saudara kami di daerah lain di luar Papua, tambah Petrus Kinggo, yang mewakili masyarakat pemilik hak ulayat.

Dengan demikian, masyarakat pemilik Hak Ulayat Tanah di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel memohon bantuan Kedutaan Besar Amerika Serikat, melalui Duta Besar Amerika di Jakarta, untuk mengawasi dan mengingatkan LSM Asing Mighty Earth untuk tidak melakukan kampanye negatif dan tidak mencampuri pembangunan perkebunan kelapa sawit di daerah itu. Karena apa yang menjadi hak masyarakat Papua sudah berjalan sesuai dengan peraturan Pemerintah RI dan sudah disetujui oleh masyarakat pemilik hak ulayat itu sendiri.

Bupati Merauke Fredikus Gebze, menekankan bahwa di Papua, hanya Kabupaten Merauke dan Kabupaten Digoel saja yang telah menerapkan program 20% dari keseluruhan lahan yang digarap perusahaan dapat di manfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan tersebut. Justru program inilah yang menjadi komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat untuk menjadi entrepreneur bagi dirinya.

“Janganlah LSM Asing itu masuk justru akan menyengsarakan masyarakat Papua, khususnya di Merauke dan Boven Digoel. Apalagi melibatkan jalur keagamaan untuk memprovokasi masyarakat. Bukankah kalau ada yang salah bisa kita perbaiki bersama. Itulah yang namanya membangun bersama Papua. Mengapa apa yang terjadi di Freeport mereka juga tidak berteriak lantang dengan kampanye-kampanye mereka. Jadi sesungguhnya ada apa dengan LSM Asing dari Amerika ini. Tanah-tanah itu tanah masyarakat kami. Bukan tanah milik orang lain yang ingin kami miliki,” tegas Bupati.

Oleh karenanya, kami, telah mengajukan permohonan kepada Duta Besar Amerika untuk Indonesia, untuk bisa bertemu membicarakan ini semua. Kalau mereka, LSM Asing itu ingin berbuat baik untuk masyarakat Merauke dan Boven Digoel, mari bicara dengan kami. Jangan membuat kampanye-kampanye negatif yang menyengsarakan masyarakat pada akhirnya.

Seperti diketahui, sejak tahun 2016, LSM Amerika Serikat, Mighty Earth telah melakukan kampanye negatif terhadap pembangunan perkebunan kelapa sawit di atas tanah ulayat suku-suku di Merauke dan Boven Digoel. Apalagi diketahui kadar CPO yang dihasilkan di tanah-tanah kami itu memiliki kadar terbaik dibandingkan CPO dari Malaysia. Dan sesungguhnya masyarakat di dua kabupaten perbatasan Indonesia ini tidak memahami makna apa yang tersembunyi dari kampanye negatif terselubung selama ini, tutup Fredikus.

(cuk/ayen; foto mm

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*