Majelis Dzikir Brigade 08
Majelis Dzikir dan Bertaklim

Jakarta,-

Sejak didirikan pada 2014 silam dengan kegiatan keorganisasian masyarakat yang rutin seperti santunan anak yatim, buka puasa bersama, bakti sosial atau bantuan korban bencana, serta kegiatan-kegiatan keolahragaan. Kini Brigade 08 telah memiliki Majelis Dzikir yang juga sekaligus Majelis Taklim, yakni Majelis Dzikir 08 dibawah asuhan Habib Hamid Bin Umar Al Hamid.

Karena di majelis ini, masyarakat dan juga anggota yang tergabung dalam Brigade 08 di daerah-daerah, selain secara bersama melakukan dzikir serta shalawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, juga dapat mendapatkan ilmu-ilmu agama yang relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, jelas Habib Hamid.

“Sehingga tidak hanya urusan jasmani saja yang mesti ditempa dalam sebuah kegiatan keorganisasian masyarakat, tetapi juga urusan rohani wajib juga diisi dengan pengetahuan yang benar demi memperkuat perjuangan organisasi serta juga bekal dalam kehidupan masing-masing,” tambah Habib Hamid.

Bahkan Ketua Umum Brigade 08, Zecky Alatas SH,MH, menegaskan bahwa meski menggunakan Majelis Dzikir Brigade 08, namun secara kepemimpinan, kesekretariatan maupun program kegiatannya berbeda. Nama Brigade 08 di belakang Majelis Dzikir hanya bentuk kedekatan ukhuwah islamiyah antara Brigade 08 dengan Majelis Dzikir yang dipimpin oleh Habib Hamid.

Tidak itu saja, lanjut Zecky, Brigade 08 yang kini ada di 16 propinsi akan terus bekerja keras secarabmilitan untuk memenuhi jejaringnya hingga di 18 propinsi yang tersisa. Setelah menyiapkan Lembaga Bantuan Hukum Brigade 08 bagi anggota dan masyarakat umum, ke depan Brigade 08 segera membentuk Koperasi serta Media, yang digagas dari, oleh serta untuk anggota Brigade 08 di seluruh daerah yang ada.

Sementara terkait isu demonstrasi “Anti Penistaan Agama”, secara diplomatis Habib Ahmad mengemukakan bahwa demonstrasi yang dilakukan seluruh umat Islam di Indonesia tersebut semata menegakan syariat dan sangat yakin dan percaya datang dari lubuk hati yang paling dalam.

“Jadi aksi besok bukanlah soal Politik, bukan soal SARA, bukanlah soal membenci etnis tertentu, atau bukan soal Pilkada, dan serta bukan untuk melakukan anarkis. Tapi semata untuk menegakan hukum di negeri ini. Tidak lebih dari pada itu, karena saya yakin dan percaya umat Islam yang datang terpanggil dari lubuk yang paling dalam untuk menegakan syariat agamanya,” ungkap Habib Hamid.

Sedangkan Ketua Umum Brigade 08, Zecky Alatas SH, MH, sebelum menyudahi menghimbau bahwa demonstrasi besok (4/11) harus berpijak pada demonstrasi yang damai, tidak anarkis tidak perlu menggunakan atribut selain atribut putih-putih dan selalu berpegang dalam satu komando. Terpenting berpegang bahwa penegakan hukum harus di proses dan harus ada kejelasan terhadap peningkatan status hukumnya.

(yuri/ foto yuri

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*