Mario Teguh Somasi, Hotman Menantang
Deddy Kepalang, Kiswinar Meradang

Jakarta,-

“Pasal 277 KUHP yang berbunyi, “Barangsiapa dengan suatu perbuatan sengaja menggelapkan asal-usul seseorang, diancam karena penggelapan asal-usul, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.”

Semula tak ingin melayani somasi yang dialamatkan kuasa hukum Mario Teguh padanya, akhirnya Deddy Corbuzier pun terusik untuk kepalang meluruskan urusan yang “bukan urusannya” tersebut. Hotman Paris Hutapea pun ikut terusik nuraninya dan menantang “siapa pun” untuk sebuah kebenaran. Kiswinar pun meradang tak nyana perjuangan pengakuannya sebagai anak Mario Teguh harus melibatkan banyak pihak.

Inilah episode hidup yang pelik dari sang motivator “Super” Mario Teguh yang telah memasuki ranah hukum untuk mengungkapkan kebenaran “masa lalu” nya itu. Bukan saja dihadapan keluarganya namun juga dihadapan publik yang selama ini melihat Mario Teguh sebagai “Golden Ways” dari setiap problematika kehidupan siapa pun yang mengidolakannya.

Dan di kantor Hotman Paris&Partners (26/9) di bilangan Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara, Deddy Corbuzier bersama Hotman Paris, menantang Mario Teguh untuk membukanya secara terbuka di hadapan publik, siapa sesungguhnya Kiswinar, seorang lelaki dewasa yang ‘culun’ dimana Hotman kerap menjulukinya, untuk membuktikan siapa orangtua sesungguhnya. Karena jika terbukti maka tak menutup kemungkinan Mario Teguh dapat dikenai sanksi pidana Pasal 277 KUHP.

Bahkan Hotman berani bertaruh atas fakta kebenaran itu dengan 5 tahun penghasilan Mario Teguh di program televisinya. Sekaligus meminta jajaran petinggi stasiun televisi yang menayangkan testimoni Mario Teguh untuk berani pula meneliti serta mengungkap sesungguhnya kebenarannya ini.

Terlepas dari hiruk pikuk pertarungan hukum diantara mereka, Mario Teguh-Kiswinar-dan Deddy Corbuzier, rasanya perlu mencoba sedikit memahami apa yang pernah dikatakan Mario Teguh sebagai sebuah motivasi dalam salah satu programnya yakni:
“Jika engkau mencintainya, engkau akan juga menerima masa lalunya, sebagaimana engkau tak akan berbahagia jika engkau tak berdamai dengan masa lalumu”.

(mdtj; foto gha

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*