Nelisma Amin
Kembangkan Batik Aceh Lewat Vinnel Gallery

ThreeVenue, Jakarta,-

Nelisma Amin yang memilih menjadi pendidik dengan menciptakan banyak talenta di dunia fashion Aceh, kini tengah menggeluti serta terus mengembangkan ‘Batik Aceh’ di tengah-tengah semaraknya motif batik yang ada di setiap propinsi di Indonesia lewat Vinnel Gallery miliknya yang terletak di jalan Teungku Pulo Dibaroh No.16, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Perempuan yang energik ini mengungkapkan bahwa desainnya selalu terinspirasi dari alam, budaya serta perkembangan fashion di Aceh. Kemudian dengan seksama dimodifikasi dengan permainan warna, kain tenun, batik, maupun bordir agar tampak berbeda, elegan dan glamour serta syar’i dan khusus dikerjakan oleh pengrajin yang dididiknya. Maka terciptalah fashion mode muslim yang modern, stylish, dan simplycity dengan tema Island Glamour, saat ditampilkan dalam fashion shownya tersebut.

Motif Batik Aceh pun khas  karena menggunakan perpaduan unsur alam dan budaya dari masyarakat Aceh sendiri.

Sesungguhnya sejak dahulu masyarakat Aceh telah memakai kain batik, seiring datangnya orang-orang Jawa ke Aceh. Motif Batik Aceh pun khas  karena menggunakan perpaduan unsur alam dan budaya dari masyarakat Aceh sendiri. Pewarnaannya pun menggunakan warna-warna cerah, seperti warna merah muda, merah, kuning, hijau dan lainnya. Sehingga Batik Aceh terlihat cerah dan juga glamour. Sedangkan pengaruh Islam yang kuat di Aceh tercermin pada bentuk sulur, melingkar, dan garis pada tiap motif.

Sejauh ini Nelisma Amin baru menghasilkan Batik Aceh dengan Motif Bungong Jeumpa dan yang tengah diproduksi yakni Batik Aceh dengan motif Biji Rumbia, lantaran Pohon Rumbia kini pohon yang hampir punah paska tsunami beberapa tahun lalu. Dalam Motif batik Aceh selalu mengandung makna yang menggambarkan kepribadian masyarakat Aceh, di mana terdapat makna falsafah kehidupan yang menjadi kearifan lokal dan pedoman hidup masyarakat Aceh.

Batik Aceh ini juga tidak hanya digunakan sebagai bahan baju batik akan tetapi juga dibuat untuk produk lainnya seperti topi, mukena, dompet, tas, maupun aksesoris lainnya. Model baju Batik Aceh pun disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat Aceh, dengan aturan atau hukum syariat Islam yang diterapkan pada pemerintah Aceh. Pada Batik Aceh untuk wanita biasanya diwarnai dengan model garis panjang dan longgar.

(ayen; foto mm

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*