Saudi Aramco Investasi Kilang Cilacap 5 Milyar US$

Jakarta,-

PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco, melakukan penandatanganan Joint Venture Development Agreement (JVDA) terkait investasi 5 Milyar US$ dalam pengoperasian Kilang Cilacap, Jawa Tengah, lndonesia. Presiden Direktur sekaligus CEO Pertamina, Dwi Soetiipto dan Presiden dan CEO Saudi Aramco, Amin Nasser menandatanganinya di Kantor Pusat Pertamina di Jakarta.

Sebelumnya November 2015, kedua perusahaan telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) dan penandatangan JVDA jelas akan semakin menegaskan tahapan pengembangan selanjutnya dari proyek ini lebih lanjut.

“Perjanjian ini mewakili komitmen kuat kedua perusahaan dalam mengembangkan dan strengtening infrastruktur energi di seluruh negeri, terutama di proyek kilang, yang sejajar dengan lima pilar strategis Pertamina. Upgrade dan perluasan Cilacap Refinery akan membantu Pertamina untuk meningkatkan daya saing yang kompetitif serta produk yang ramah lingkungan,” papar Dwi Soetjipto.

Sementara Presiden sekaligus CEO Saudi Aramco, Nasser menambahkan bahwa pertumbuhan lndonesia benar-benar luar biasa dengan agenda ekonomi yang ambisius. Hal ini tentu sangat menjanjikan khususnya di sektor infrastruktur dan energi.

Diharapkan melalui investasi modal dan pasokan bahan baku yang kompetitif, kesepakatan hari ini dengan Pertamina memungkinkan Saudi Aramco berpotensi memainkan peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di dunia, tambah Naseer.

Kilang Cilacap merupakan bagian dari Kilang Rencana Induk Pengembangan Pertamina (RDMP) dan kapasitasnya menjadi 400.000 barel per hari dan dirancang untuk memproses minyak mentah Arabican. Selain menghasilkan produk olahan yang memenuhi spesifikasi Euro V, petrochemicals dasar, dan base oil grup lI untuk pelumas.

Disamping untuk memenuhi meningkatnya permintaan bahan bakar, kemitraan antara Pertamina dan Saudi Aramco akan meningkatkan daya saing kilang Indonesia dan berkontribusi untuk meningkatkan keamanan energi.

Saudi Aramco dan Pertamina menyepakati struktur kepemilikan kilang Cilacap upgrade ini, di mana Pertamina memiliki 55 persen porsi dan Saudi Aramco memiliki 45 persen sisanya. Untuk saat ini, konfigurasi kilang upgrade telah selesai dan proses untuk memilih pemberi lisensi teknologi akan segera dimulai. Pejerjaan Basic Engineering Design (BED) ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2017. Dilanjutkan ke fase  Front End Engineering Design (FEED) pada kuartal kedua 2017, sehingga startup mega proyek ini ditargetkan pada tahun 2021 selesai.

(tjo; foto a yen

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*