Ustadz Oni Sahroni:
Kita Perlu Memerhatikan Masalah Adab dan Akhlak

ThreeVenue, Jakarta,-

Adab dan akhlak yang baik ciri pribadi muslim, demikian dikemukakan Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A, doktor pertama Indonesia di bidang Fikih Muqaran, yang juga lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir, usai mengisi acara Baitulmaal Sharing Session, bertemakan “Fiqh Adab: Beginilah Seharusnya Akhlak Pribadi Muslim” di Masjid Baitussalam Arthaloka Building, Jl. Sudirman No.2 Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

“Kita perlu memerhatikan masalah adab dan akhlak, sebagaimana dulu para ulama salaf yang sangat perhatian sekali pada masalah-masalah adab dan akhlak,” urai Ustadz Dr. Oni Sahroni, M.A. Dimana para ulama salaf saat itu selalu mengarahkan murid-muridnya untuk mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu.

Seperti dikutip dalam kajian Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, agar mempelajari adab sebelum mempelajari suatu ilmu, lanjut Dr. Oni Sahroni, M.A. Bahkan Yusuf bin Al Husain pun pernah berkata, bahwa dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu,” tambahnya saat melakukan dakwah keliling ke masjid-masjid perkantoran untuk memperkaya dan menyegarkan kembali keilmuan agama Islam bagi karyawan yang muslim.

Bagi lelaki kelahiran Serang-Banten, 26 November 1975 itu, agar cara pandang kita juga sebagaimana amanah dari AlQuran dan al-Hadist, tidak ekstrem kiri dan tidak ekstrim kanan, tetapi sesuai dengan fatwa ulama.

Lebih lanjut Ustadz Oni mengingatkan pula bahwa potensi zakat yang kita miliki mestinya dapat diperoleh di atas Rp 200 trilyun, tetapi realitasnya baru sekitar Rp 3 trilyun. Oleh karenanya jangan sampai ada aktifitas, pekerjaan maupun pendapatan kita tidak sesuai syariah, juga cara pandang tentang bank syariah, tentang amil zakat, harus sesuai dengan otoritas fatwa pada ulama, kata Ustadz Oni lagi.

Masyarakat diajak untuk semaksimal mungkin mau mengadakan kegiatan amal sebagai salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial dan kemiskinan, termasuk juga lembaga amil zakat dan seluruh pirantinya. Karena para ulama mengatakan andaikan kemiskinan di mana-mana maka itu bukti nyata bahwa kepedulian para hartawan masih lemah, karena jumlah hartawan yang mau menyalurkan donasi bantuan maupun zakat masih sangat kecil, bebernya.

Maka program keliling masjid untuk mengedukasi, menjadi salah satu upaya strategis kita untuk mendidik dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa masalah zakat, charity dan pemberdayaan ini menjadi masalah strategis, paparnya.

Sedangkan soal masalah hoax yang hadir di sisi-sisi kehidupan masyarakat akhir-akhir ini, menurut  Ustadz Oni menjadi peringatan dan penanda umat Islam sesungguhnya yang diamanahkan oleh hadist untuk berkata jujur, berkata benar, termasuk juga menulis berita yang benar.

(tjo; foto mm

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*