Fendry Engkel "1987 Dari Eropa ke Indonesia"

Jakarta,-

1987 adalah pameran tunggal pertama pelukis Fendry Ekel (I. Jakarta) di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, yang bisa di apresiasi 12 – 21 Februari 2016 di Gedung B, melalui karya lukisan cat minyak yang diseleksi dan di kuratori oleh Suwarno Wiseyrotomo.

1987 adalah tahun di mana pelukis Fendry Engkel, ketika kecil, mengikuti orang tuanya berimigrasi ke eropa. Dia meninggalkan tidak hanya indonesia, tapi juga hampir segala sesuatu yang sangat penting bagi seorang belia dalam masa pencarian identitas serta seluruh acuan yang sangat dia percaya dan yakini sebelumnya, dimana ia bisa melandaskan semua kebiasaan sehari-hari berikut norma-norma dan aspirasi masa depannya. 

Proses hidup yang signifikan serta keinginan pada sebuah bahasa universal bagi seorang Fendry Ekel maka jadilah dia seorang seniman yang sekarang ini. Pameran menampilkan serangkaian karya lukisan kapal-kapal monumental yang terinspirasi oleh genre maritim maupun karya lain yang terkait dari tahun 2012 – 2016. 

Tema kelautan bukanlah sebuah kejutan. Potret, teks, still life, arsitektur oleh karena lukisan ekel berasal dari gambar-gambar fotografi, jikanya tidak ada batasan untuk apa yang akan di lukisnya, selama foto-foto itu menarik dan penting baginya secara intlektual dan konseptual.

Fendry Ekel (I. Jakarta) di juluki Pictor Doctus, yang kritis meyelidiki kekuatan seni, figurasi, dan representasi dengan mengambil alih ikon gambar dari memori kolektif, belajar seni rupa di Gerrit Rietveld Academy dan Rijksakademie Van Beeldende Kusten di Amsterdam Belanda. 

Lukisan monumentalnya yang berlapis-lapis setelah fotografi yang ada, mengeksplorasi hubungan antara manusia dan memori. Fendry Ekel telah memamerkan karyanya secara internasional dan berpameran tunggal di Amsterdam, Milan, Valencia, Mexico City, dan New York.

Lukisan kelautan sebagai tema penting, aspek-aspek tertentu seperti identitas nasional, kekuasaan, hubungan antar manusia dan alam, keyakinan, keterasingan, atau perpindahan, sulit di lepaskan dari aliran lukisan ini dan pemahaman ini diyakini dalam benak pikiran Fendry Engkel dalam proses memilih dan menganalisa sumber bahan lukisannya. 

(Yayok; foto yayok

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*