JavaScript, Eddy Susanto Membuka Korelasi Manuskrip Dunia

Jakarta,-

Lawangwangi Creative Space didukung Galeri Nasional Indonesia, menggelar karya-karya JavaScript Eddy Susanto, yang dikuratori Asmudjo J Irianto dan Suwarno Wisetrotomo, melalui riset yang mendalam telah membuka korelasi manuskrip Jawa dengan peristiwa serta kejadian yang ada di belahan Dunia. JavaScript pun menjelma semacam The Book of home yang ada di abad pertengahan.

50 karya pada Pameran Tunggal Eddy Susanto ini menyodorkan pertemuan budaya (manuskrip) dengan karya klasik Albert Durer (1471-1528) atau Lambert Hopfer melalui penggambaran yang detail berdasarkan huruf ‘honocoroko’. Selain, berfokus pada elemen kebudayaan lokal yang disandingkan dengan elemen-elemen dari kebudayaan lainnya. Yakni melalui hadirnya harmonisasi antara identitas global dan identitas lokal.

Eddy ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panang dan kisah sukses didalamnya, yang tertera dalam sejumlah artefak dalam bentuk manuskrip atau sejumlah benda lainnya. Sekaligus bentuk koreksi terhadap situasi dan kondisi serta kebijakan yang tak pernah tuntas menggali makna sesungguhnya dari keberadaan artefak serta manuskrip tersebut bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Solo Exhibition Eddy menampilkan The Book of Home ; Ramayana, Panji, Pararaton, Kalatildha, Wedatama, Jongko Joyoboyo, Arjuna Wiwaha, Sutasoma, Bharata Yudha, Asmaradhana, dan Centhini. Selain The Book of Melencolia serta Java of Durer.

Disamping karya Illumination of ; www.amazon.com, www.facebook.com, www.live.com, www.linkedin.com. www.baidu.com, www.tmall.com, www.google.com, www.twitter.com, www.yahoo.com, www.youtube.com, www.qq.com, www.taobao.com, dan www.wikipedia.com. (mdtj ; foto muller

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*