Rekontekstualisasi “Tjergam Taroeng”
Membopong Jejak “Artifak” Komik Indonesia

Jakarta,-

Dasarwasa 1970 an hingga 1980 an menjadi kurun puncak dan penting bagi perkembangan dunia komik Indonesia. Kesadaran atas dunia visualisasi dan narasi adalah jagat tentang komik Indonesia. Para perupa dari komunitas seni Djagat Roepa Studio Enam ini mencoba merespon ulang atas situasi bawah sadarnya yang bertahun-tahun lalu pernah melihat, membaca dan mengakrabi dunia komik lokal untuk kemudian divisualisasikan kembali dalam format yang berbeda.

Inspirasi yang lahir dari keinginan para perupa Ananta O’Edan, Yuli AS, Yassir Malik, Toto M. Mukmin, Untung Saryanto, Leonard Pratama, Iqbal Oemar, Andre Random, Nasir Setiawan, Abidin M, Muchyar Sampena, Kurnia Setiawan untuk mengeluarkan kekuatan pesan cerita bergambar pada masa keemasan dalam berkomunikasi baik dalam plesetan dan parodi serta harmoni dalam pastiche yang kental banyak ditemukan dalam berbagai karya seniman kontemporer Indonesia. Pastiche yang paling jelas terlihat adalah bentuk-bentuk epigonisasi baik di tataran gaya rupa, sampai pada pemakaian elemen rupa tersebut.

Karya kelompok Djagat Roepa Studio Enam, merupakan epigon dari gaya karya-karya komik era kosasih misalnya dan elemen-elemen tradisional lama yang mungkin sudah di restorasi dalam gaya-gaya tertentu oleh senimannya. Dari kecenderungan visual dan subtansi yang terpapar dalam karya para perupa Djagat Roepa ini, apresian digiring untuk mengingat kembali tentang komik dan membopong kembali jejak “artifak” masa laku komik Indonesia yang pernah berjaya dan menggejala di Indonesia beberapa dasawarsa lalu itu, spirit apa yang hendak dijadikan isu penting dalam pameran ini ?

Terlepas dari jabaran tersebut akan lebih komplit Kelompok Djagat Roepa menyelenggarakan pameran senirupa yang bertajuk Tjergam Taroeng dari tanggal 12 sampai dengan 22 Agustus 2016 dan pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016 pukul 13:00 WIB menyelenggarakan Obrolan Perupa di Ruang Seminar Gedung B Galeri Nasional Indonesia, dengan tujuan membagi pengalaman apa yang telah di kerjakan oleh Kelompok Djagat Roepa Studi Enam dalam berkarya serta bercerita fonemona tarung visual selama kurang lebih 6 bulan berkarya bareng.

(yok; foto alicia

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*