Ane Avantie Dalam 25 Balutan Budaya Adiluhung
Mahakarya Borobudur Hair Style & Fashion

ThreeVenue, Jakarta,-

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) bersama Nira Creatives menghelat sebuah gagasan yang tidak saja kreatif, tapi lebih kepada perhelatan sebuah olahrasa dalam balutan budaya adiluhung yang terpatri pada Candi Borobudur. Di mana memadukan seni dan keterampilan yang mumpuni bertajuk “Mahakarya Borobudur: Hairstyle & Fashion”, 30 September 2017 mendatang di Aksobya kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Didukung oleh hair stylist kondang dan desainer kebaya kenamaan Indonesia, Anne Avantie, memamerkan karya-karya fashion maupun tata rias dan mode serta gaya rambut terbaik dengan sumber inspirasi dari kekayaan budaya yang tergambar pada relief-relief pada candi Borobudur, yang dinobatkan sebagai World Heritage oleh UNESCO.

Perhelatan dibuka oleh tarian kolosal oleh UniYutta Dance Company yang merupakan kolaborasi mahasiswa jurusan tari ISI Yogyakarta. Selain dimeriahkan artis-artis ibukota seperti Maria Calista (Pemenang Asia Broadcasting Korea Selatan), Lucky Octavian (Finalis Indonesian Idol 2004) dan Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw juga ditunjuk sebagai host untuk pagelaran fashion show yang menandai puncak acara “Mahakarya Borobudur: Hairstyle & Fashion”.

Dan dalam gelaran fashion show Anne Avantie memamerkan 25 koleksi terbaiknya, Sedangkan gelaran hair show sendiri akan melahirkan kembali keindahan, keanggunan serta kecantikan tata rambut yang elegan yang dimiliki para ratu dan putri raja Jawa Kuno sebagaimana dilukiskan dari relief-relief Candi Borobudur. Sebuah persembahan fenomenal bagi yang mengangkat serta memadukan nilai-nilai seni dan budaya leluhur.

Bagi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau TWC sebagai pengelola Candi Borobudur, perhelatan tersebut menjadi salah satu cara untuk terus melestarikan warisan budaya bangsa yang adiluhung tersebut.

Penyelenggaraan ‘Mahakarya Borobudur: Hairstyle & Fashion’ diharapkan tidak hanya akan membangkitkan kejayaan masyarakat Jawa Kuno di masa lalu dan melahirkan tren dan inspirasi baru di bidang hairstyle dan fashion masa kini, sekaligus juga membangkitkan sektor pariwisata setempat dengan Candi Borobudur sebagai sumber inspirasi dan magnet utamanya.

Penyelenggaraan kegiatan yang sarat nilai seni dan budaya serta spektakuler ini akan mampu membawa para penikmat fashion dan tata rambut dari berbagai penjuru Tanah Air dan mancanegara untuk mengagumi kembali kejayaan masa lalu.

Borobudur Inspiring Heritage, karena setiap elemen di Candi Borobudur yang dibuat dengan sangat halus dan teliti ini, telah menciptakan suatu estetika tersendiri bagi mereka yang melihatnya. Nilai-nilai estetika inilah yang menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat inspirasi bagi lahirnya berbagai mahakarya agung yang menonjolkan nilai keindahan, keanggunan dan kualitas mumpuni dari anak-anak bangsa.

Candi Borobudur, mahakarya dari abad ke-9 yang dibangun untuk memuliakan Sang Budha. Bagaikan magnet yang besar dan megah, bangunan cagar budaya ini memikat setiap pengunjungnya yang datang dari segala penjuru dunia untuk turut memaknai kehidupan melalui cerita yang terlukis sangat cantik pada setiap relief Candi Borobudur.

Tak hanya melambangkan sisi kehidupan dari alam semesta melalui pembagian vertikal (Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu), relief-relief yang ada tersebut mengisahkan kehidupan manusia, terutama masyarakat Jawa Kuno, dan perjalanan spiritualnya untuk mencapai derajat kesucian.

Idealisme yang diceritakan dengan sangat anggun dan elegan melalui relief-relief tersebut menambahkan nilai religi sekaligus cita rasa budaya yang tinggi yang melekat erat pada Candi Borobudur. Oleh karenanya, sudah sepatutnya sebagai Bangsa Indonesia, kita merasa bangga akan keberadaannya dan meneladani nilai-nilai luhur yang dikandung dalam cerita relief tersebut.

(tjo; foto ist

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*