Kerinci Destinasi Wisata Potensial Jambi

Kuta,–

Pimpinan Komisi X DPR Sutan Aidil Hendra tanpa diduga mempromosikan Kerinci sebagai destinasi wisata potensial dan menggiurkan dalam acara diskusi press gathering DPR bertema “Menjaga Destinasi Bali dan Kearifan Lokal” di Hotel Ramada, Bali, Sabtu (8/10/2016) kemarin.

Dalam press gathering yang dihadiri oleh Ketua DPR Ade Komarudin, Wakil Ketua Komisi VII Fadel Muhammad dan Kadisnaker I Ketut Wija , Sutan mengatakan Jambi saat ini menempatkan Kerinci sebagai destinasi wisata unggulan.

“Udara di Kerinci sangat sejuk dan panoramanya indah, ” ujarnya.

Sutan tak mengelak Bali memiliki keindahan pariwisata luar biasa, dengan kearifan lokal/tradisi, budaya dan adat istiadat yang luar biasa. Kondisi tersebut harus dipertahankan terus menerus jika Bali ingin terus mempertahankan sebagai destinasi wisata terfavorit kedua setelah Hawai (AS). Sementara di Asia, Bali merupakan andalan dari seluruh destinasi yang ada di Indonesia.

“Di Bali wisatawan bisa sepuasnya berjemur, sedangkan di Kerinci dapat menghirup oksigen yang besar sepuasnya. Kalau tidak mandi tidak masalah, tapi kalau wisatawan tidak hirup udara, maka bisa innalillahi,” kata Wakil ketua komisi X DPR itu berpromosi.

Namun Sutan menyatakan wisatawan di Bali, saat ini mengeluhkan macetnya jalanan yang mengakibatkan perjalanan ke destinasi wisata menjadi molor, hingga mencapai tiga jam. Padahal dari Jambi ke Kerinci bisa memakan waktu hampir 10jam. Lamanya jarak tempuh tersebut karena di Kerinci belum ada bandara Kerinci.

“Masalah di Kerinci membutuhkan Pemda untuk menyampaikan destinasi ke Pemerintah Pusat. Tapi memang anggaran saat ini sangat sulit,” katanya.

Karenanya, Komisi X terus meminta Kemenpar untuk mencetak “Bali-Bali” lain di Indonesia, sebagai destinasi wisata baru. Pemerintah harus memiliki produk destinasi di luar Bali, agar wisatawan mancanegara tahunya tidak hanya Bali.

“Tentunya dengan jarak wisman ke destinasi sangat dekat,” katanya.

Kontribusi 45 Triliun

Sedangkan Kadinas Tenaga Kerja Pemprov Bali Ketut Wija mengatakan inndustri pariwisata Bali memainkan peran yang cukup penting dalam perekonomian nasional. Karena devisa yang dihasilkan dari industri pariwisata Bali mencapai Rp45 Triliun pertahun.

“Kontribusi ini cukup besar, karena wisman yang membawa dolar, kemudian membelanjakan dananya ke lokasi wisata,” kata Kadinas Tenaga Kerja Pemprov Bali Ketut Wija.

Menurut Ketut, devisa dari para wisman ini tidak langsung masuk ke kas negara. Namun tersebar pada sejumlah titik titik wisata. “Jadi kontribusi pariwisata Bali tak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu manusia Bali harus tetap perlu dijaga, jangan sampai dieksploitasi,” tambahnya.

Namun begitu, kata Ketut, melonjaknya jumlah wisatawan ke Bali justru menimbulkan masalah baru yaitu kemacetan di jalan-jalan menuju destinasi wisata di Pulau Dewata tersebut.

(ekj/bg/ foto: ist

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*