Kota 1000 Taman,
Resmi Punya Air Mancur Bergoyang Tingkat Dunia

Purwarkat,-

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meresmikan Air Mancur Taman Sri Baduga Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (18/2/2017).

Air mancur terbesar di Asia Tenggara ini menjadi ikon pariwisata Purwarkata yang dikenal dengan kota yang memiliki 1.000 taman.

Air Mancur Taman Sri Baduga yang berada di kawasan Situ Buleud ini menjadi destinasi favorit masyarakat, karena setiap malam minggu dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian berupa drama tari, musik  antara lain kelompok Charly Van Houten,  Emka 9, dan Purwakancana Percution, serta tarian kolosal.

Air Mancur Taman Sri Baduga  merupakan pengembangan dari Situ Buleud yang dibangun sejak 2013 dan mulai diresmikaan tahap pertama pada Januari 2014. Keberadaan Taman Sri Baduga ini melengkapi Purwakarta sebagai destinasi 1.000 taman dari yang  tradisional seperti Taman Pesanggrahan Padjajaran sampai dengan taman modern seperti Taman Wakuncar.

Air Mancur Taman Sri Baduga  diperindah dengan patung  Prabu Kian Santang, anak Prabu Siliwangi atau Sri Baduga. Patung itu dibuat dengan posisi duduk dan kaki bersila bersama bunga lotus besar. Di sekeliling patung ada dua ribu semprotan air mancur yang menari mengikuti irama musik serta  ornamen pewayangan. Untuk menarik para pengunjung taman tersebut dilengkapi dengan  fasilitas  air siap minum serta boot untuk para penghobi berfoto selfie.

Arief Yahya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta membuat taman yang indah lengkap dengan atraksi berupa air mancur dan pertunjukan kesenian.

“Taman ini akan dioperasikan tiap malam minggu pada jam-jam pertunjukan pukul 19.30, 21.00 dan 22.00 WIB. Fasilitas ini dapat diknikmati oleh masyarakat secara  gratis. Ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup serta kebahagian masyarakat,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya mengatakan, tujuan pariwisata adalah meningkatkan  kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat sehingga kehadiran Air Mancur Taman Sri Baduga Purwakarta ini sebagai upaya Pemkab Purwakarta untuk mewujudkan tujuan tersebut. Sisi lain air mancur ini, menurut Arief Yahya, sebagai atraksi   untuk menarik  kunjungan wisatawan.

“Tekad Pemkab Purwakarta meningkatkan unsur 3A (Atraksi, Amenities, dan Aksesibilitas) akan membuahkan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah ini.  Kunjungan wisatawan ke Purwakarta per  November 2016 sebanyak 903.885 (terdiri  1.280 wisman dan 902.605 wisnus) mengalami kenaikkan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, kunjungan wisman ke Purwakarta ini memberikan arti penting terhadap pencapaian target pariwisata 2017 ini sebanyak 15 juta kedatangan wisatawaan manvanegara (wisman) dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

“Posisi pariwisata Indonesia dibandingkan negara-negara ASEAN cukup bagus. Pada Januari-November 2016, pariwisata Indonesia tumbuh 10,5%, sedangkan Thailand 9,7%, Singapura 7,9%,  dan Malaysia 4,4% (Januari-Oktober 2016),” kata  Arief Yahya.

Seperti diketahui, atmosfer pariwisata Indonesia semakin menjanjikan. Jumlah wisman periode Januari-Desember 2016 yang dicatat Kementerian Pariwisata RI, naik 15,54% dan menembus angka 12,023 juta inbound, atau 23 ribu di atas target yang disusun menuju roadmap 20 juta wisman di ujung tahun 2019 nanti.

Angka 12,023 juta itu didapat dari 11.519.275 wisman yang dilaporkan resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ditambah dengan ekstrapolasi dari bulan Januari – September 2016 sejumlah 504.696 wisman yang belum dimasukkan. Kepala BPS Kecuk Suharyanto mengkonfirmasi dan menyebut angka yang belum dimasukkan ada 4,2%, karena tidak direkomendasi FMS (Forum Masyarakat Statistik). Lalu mengapa BPS tidak memasukkan angka 504.696 atau 4,2% lebih itu? Meskipun, itu adalah data riil.

“BPS sebenarnya sudah setuju dengan ekstrapolasi Januari-September 2016 sebesar 504 ribu (4,2%) itu, dan sudah dipresentasikan di depan FMS, 8 Februari 2017. Hanya saja FMS mencoret angka 504 ribu itu. Tetapi BPS maupun FMS mempersilakan Kemenpar menggunakan angka riil 12,023 juta itu kepentingan pariwisata,” jelas I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar.

(tony; foto ist

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*