“Ritual Lebaran” Pesona Wisata Mudik Nusantara

Jakarta,-

Sukses mengemas Gerhana Matahari menjadi destinas wisata, kini momen Lebaran pun dikemas menjadi Pesona Wisata “Ritual Lebaran”, demikian dikemukakan Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Inonesia saat Dialog dan Silaturahmi dengan awal media di hotel Gajah Mada Jakarta Barat, (27/6).

Lebih lanjut, Arief Yahya mengatakan dalam mengembangkan destinasi wisata menggunakan rumus 3 A (Atraksi, Akses dan Amenitas), sebagai standar untuk mengukur seberapa besar kemajuan destinasi wisata di masing-masing daerah. Karenanya, diingatkannya terkait liburan hari raya Lebaran 2016 atau Idul Fitri 1437 Hijriah, yang bersamaan juga waktunya dengan musim liburan sekolah pada Juni-Juli tahun ini. Masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut sekaligus untuk liburan bersama keluarga.

Menyambut liburan hari raya Lebaran 2016 menjadi liburan keluarga yang berkualitas, Kemenpar membuat panduan paket Pesona Lebaran 2016 di sejumlah kota di Jawa dan di luar Jawa-Bali. Yakni dengan mengunjungi destinasi unggulan antara lain berupa;  obyek sejarah, budaya, taman hiburan, maupun kuliner yang ada di daerah tersebut.

Di Pesona ‘Ritual’ Lebaran 2016, sedikitnya ada  21 destinasi  yang  masing-masing memiliki 10 destinasi unggulan atau paling populer  yang wajib dikunjungi. Jadi jika mengunjungi suatu daerah, sebaiknya 1 sampai 10 titik sebagai Pesona Lebaran 2016 ini jangan sampai dilewatkan, Arief Yahya mengingatkan.

Seperti Lebaran di Aceh, ada 10 top destinasi yang wajib dikunjungi yaitu;  Monumen Kilometer Nol RI Sabang, Pantai Iboih Sabang, Pantai Anoi Itam Sabang, Museum Tsunami Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,  PLTD  Apung Banda Aceh,  Pantai Lampuuk Aceh Besar, Danau Laut Tawar Aceh Tengah, Pacu Kude Gayo, dan  Komplek Kerajaan Samudera Pasai  Aceh Utara.

Begitu pula Lebaran di Surabaya, Jawa Timur,  jangan lewatkan mengunjungi  7 destinasi  unggulan (antara lain House of Sampoerna, Kampung Arab Sunan Ampel,  Jembatan Suramadu), mencicipi 7 kuliner (antara lain; rawon, rujak cingur, tahu campur), serta 7 simbol Kota Pahlawan (antara lain; tugu pahlawan,  museum WR. Soepratman, Monumen Jalesveva Jayamahe).

Seperti Aceh yang memiliki atraksi hebat, sudah menjadi modal yang kuat untuk memajukan pariwisata, jelas Arief. Seperti diketahui Aceh  tergolong aktif mempromosikan daerah wisata alam dan kulinernya. Aceh juga rajin  menggelar banyak event yang memperkuat pamor daerahnya. Dan kini Aceh bersama Lombok dan Sumatera Barat diposisikan sebagai halal destination dan halal tourism.

Langkah yang dilakukan Aceh, diharapkan  dapat diikuti daerah lain agar destinasi unggulan mereka lebih dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan, utama pada saat musim liburan hari raya (Lebaran, Imlek, Natal dan Tahun Baru) serta musim liburan sekolah yang  mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) serta mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tahun ini ditargetkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus di Tanah Air.

Paket Pesona Lebaran 2016 lainnya ada di Aceh, Banten, Bintan, Cipanas, Cirebon, Geopark Ciletuh, Jakarta, Jatim, Jepara, Jogya, Kudus, Labuhan Bajo, Solo, Sukabumi, Sumbar, Surabaya, Tasik, Tegal, Semarang, Bogor, dan Pekalongan. (byil/mdtj :foto : ist

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*