Rumah Makan “Ayam Kremes Uenak Pisan”
Resep Leluhur, Rasa Ngangeni

Jakarta –

Rumah Makan “Ayam Kremes Uenak Pisan” yang mengusung resep turun menurun dari Keraton Sala sejak tahun 1982, telah buka di kompleks Interstudio jalan Warung Buncit No. 1 Ragunan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Rumah Makan  “Ayam Kremes Uenak Pisan” yang dibuka sejak awal Februari 2016 itu, siap memanjakan selera para pemburu kuliner di Jakarta, dengan sajian menu makanan utama berbahan dasar ayam kampung, ayam negeri, ikan nila, dan daging sapi, serta dilengkapi dengan sambal bawang serta sambal matang (sambal yang digoreng).

Berbagai menu makanan utama yang ada di Rumah Makan ini, di antaranya Ayam Goreng Kremes, Ayam Bakar Kwali, Ikan Nila Goreng Kremes, Ikan Nila Bakar, Iso Goreng Kremes, Iga Bakar, dan  Sate Kertanegara. Ada juga Paket Menu A yang terdiri dari; Nasi, urap, dan ayam goreng/bakar; Paket Menu B; Nasi, pecel, dan ayam goreng/bakar; Paket Menu C; Nasi, sayur asam, dan ayam goreng/bakar.

Tersedia juga berbagai minuman di antaranya, Es Kelapa Muda, Es Jeruk Kelapa Muda, Es Campur, Jus Jeruk, Jus Strawberry, Jus Melon, Jus Jambu, Jus Mangga, Lemon Tea, Teh Tarik, Milo, Kopi, Cappucino, dan White Coffie.

Rumah Makan yang bernuansa alami, halamam luas dengan hijaunya pepohonan serta gemercik air kolam  ini,  buka setiap hari, pukul 09.30 WIB – 21.30 WIB. Tidak ada hari libur, kecuali libur Idul Fitri.

Pemilik sekaligus pengelola Rumah Makan “Ayam Kremes Uenak Pisan”, Michael Sanyoto (28 tahun), menuturkan bahwa Ia  betul-betul  “modal nekad” untuk mendirikan rumah makan ini. Membuka restoran atau tempat makan yang berbeda sensasinya bagi pengunjung, merupakan perwujudan dari cita-citanya sejak Ia masih SMP.

Eunak Pisan artinya enak sekali atau sangat enak, demikian Michael Sanyoto. Makanan yang disajikan rasa bintang lima harga bintang dua. Budget nggak mahal.  Tempat bagus, kualitas makanan bagus, bahan baku kelas premier, harga terjangkau. Bahan baku nasi, beras dari Kerawang. Ikan nila pembibitan sendiri. Ayam segar, baik ayam kampung maupun ayam negeri.

“Semua itu, dikemas dalam resep turun menurun dari Keraton Sala sejak tahun 1982. Resep Leluhur, yang tidak hanya bisa menggugah selera dan rasa penikmat, tetapi   ngangeni,” tutur Michael Sanyoto. (Hardo Sukoyo)

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*