Sabeta Ulat Sagu

Di Jailolo, Halmahera Barat pun jangan lewtkan untuk merasakan sensasi  Sabeta alias  si ulat sagu yang menjadi kudapan masyarakat di sana.  Untuk menyantapnya, butuh keberanian ekstra, lantaran  ulat sagu yang berwarna putih, seukuran ibu jari itu pun meliuk-liuk bergerak  sebelum di santap. Ttentu membuat sebagian orang merinding. Tapi  jika  pandai meraciknya, bukan tak mungkin menjadi  sajian paling lezat di bumi ini.

Mereka menangkap ulat sagu dari batang-batang pohon sagu yang ada disekitarnya. Lalu  ulat sagu ditusukkan ke dalam tusuk sate. Sebelum dibakar terlebih dahulu diolesi bumbu dari perasan jeruk untuk menghilangkan aroma amis.

Setelah di panggang cukup matang, ulat sagu kemudian disajikan bersama dengan sambal colo-colo. Yakni, sambal yang dibuat dari potongan bawang, cabe, tomat, yang diberi perasan jeruk limo dan sedikit gula dan garam.

Rasa Sabeta yang gurih  dijamin bisa membuat  ketagihan untuk menyantapnya. Bahkan bisa juga Sabeta yang telah matang disantap bersama pisang bakar. Meski tak sedikit orang yang memakannya mentah-mentah, tentu sensasinya sangat berbeda yakni sedikit  terasa tawar dan asam.

Tampilan Sabeta  boleh jadi sedikit ekstrim, namun  ternyata memiliki kandungan yang baik untuk tubuh.  Seperti Protein  9,34%, Asam Aspartat (1,84%), Asam Glutamat (2,72%), Tirosin (1,87%), Lisin (1,97%), dan Methionin (1,07%).  (*md.tjoek

Bagikan tulisan ini melalui...

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*